Bentuk Tawassul

 

Bentuk Tawassul 

     Tawassul bisa dengan amal (perbuatan) maupun dengan zat dan orang, baik orang yang sudah meninggal atau masih hidup. 

1. Tawassul dengan amal saleh 

     Tawassul dengan amal saleh adalah menjadikan amal saleh (perbuatan baik) sebagai perantara untuk berdoa kepada Allah Swt menunaikan shalat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berbakti kepada orang Berpuasa, tua, membantu orang lain, adalah beberapa contoh amal saleh yang dapat dijadikan sebagai perantara terkabulnya doa. Tawassul dengan amal saleh misalnya kisah tiga orang pemuda terkurung di dalam gua. Pemuda pertama bertawassul dengan amal saleh berupa sikap berbakti kepada orangtuanya. Pemuda kedua bertawassul dengan amal saleh berupa menjauhi perbuatan zina, padahal dia sangat

menyerahkannya secara sempurna. Allah mengabulkan doa dengan tawassul berupa sikap amanat dalam penjagaannya terhadap harta orang lain dan mampu melakukannya. Pemuda ketiga bertawassul dengan amal saleh karupa sikap amanat dalam penjagaannya terhadap harta orang lain dan menverahkannya secara sempurna. Allah mengabulkan doa dengan tawassul amal saleh pemuda tersebut dan mereka mendapatkan jalan keluar. 


2. Tawassul dengan zat dan orang 

     Tawassul dengan zat atau orang adalah menjadikan zat atau orang sebagai perantaraan berdoa kepada Allah Swt . Menurut Sayyid Muhammad al-Maliki, tawassul dengan zat atau orang pada hakikatnya adalah bertawassul dengan amal saleh. Amal saleh yang dimaksud adalah mencintai, meyakini kesalehan, kewalian dan keutamaan orang yang dijadikan perantara.


3. Tawassul dengan jejak peninggalan para nabi 

     Bertawasul dengan jejak peninggalan nabi di sebut tabarruk (mengharap keberkahan) dari nabi. Terdapat beberapa hadis van meriwayatkan bahwa para sahabat terhadap jejak peninggalan Rasulullah Saw, antara lain: 

a) Umar bin Khattab ingin dimakamkan di dekat Nabi karena ingin bertabarruk setelah Nabi wafat 

b) Ummu Sulaim memotong mulut geriba di mana Rasulullah Saw pernah meminum dari geriba tersebut 

c) Asma' binti Abu Bakar menyimpan jubah Rasulullah Saw dan menggunakannya untuk membasuh orang-orang sakit 

d) Para sahabat berebut rambut Rasulullah saat beliau mencukurnya 

e) Sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman menyimpan cincin Rasulullah Saw


      Masih banyak contoh bagaimana sahabat bertabarruk dengan peninggalan Nabi Muhammad Saw. Semua itu dilakukan karana sahabat ingin bertabarruk, menjadikan peninggalan Nabi sebagai objek (sarana) wasilah untuk memohon kepada Allah Swt. Rasulullah adalah makhluk yang memiliki derajat yang luhur di sisi Allah Swt. 

     Umat terdahulu sebelum Islam juga melakukan tawassul. Menurut Ibnu Katsir," Dahulu Bani Israil mengalahkan musuh-musuhnya berkat tabut al-mitsaq, yang di dalamnya ada bokor adri emas yang digunakan untuk membasuh dada para nabi. Di dalam tabut itu ada tongkat Nabi Musa, tongkat Nabi Harun, dua papan dari Taurat, dan beberapa baju Nabi Harun, sebagian ulama berpendapat bahwa di dalamnya ada tongkat dan sepasang sandal."

Post a Comment

Previous Post Next Post
close