Masjid Peninggalan Walisongo



Dalam menyebarkan agama Islam, para wali ini terkenal memadukan kebudayaan Jawa dengan nilai-nilai islami. Itulah sebabnya masjid peninggalan Walisongo punya ciri yang sangat unik, perpaduan arsitektur Hindu, Jawa, dan Islam. Inilah 5 dari antara banyak masjid peninggalan Walisongo.

1. Masjid Agung Demak


Masjid yang ada di Kota Demak, Jawa Tengah, ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Menurut sejarah, masjid ini didirikan oleh Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak bersama Walisongo pada abad ke-15. Sejarawan juga mencatat masjid ini sebagai tempat para wali berkumpul membahas cara penyebaran agama Islam di tanah Jawa.





Gaya arsitektur Masjid Agung Demak merupakan perpaduan budaya Jawa dengan Islam. Hal ini terlihat pada atap meru, sebutan untuk atap masjid yang unik dan bertingkat. Masjid ini juga memiliki atap limas susun tiga yang melambangkan iman, ihsan, dan Islam.

2. Masjid Menara Kudus

Masjid yang didirikan pada tahun 1549 ini sudah jadi ikon Kudus. Arsitekturnya begitu unik. Dari kejauhan terlihat layaknya bangunan candi Hindu. Sunan Kudus, pendiri masjid ini memang sengaja membuatnya untuk menghormati adat dan budaya warga setempat yang kala itu masih kental dengan adat dan budaya Hindu.

3. Masjid Agung Kasepuhan Cirebon


Masjid ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1480, menjadikannya salah satu masjid tertua di Indonesia. Bangunan masjid ini enggak seperti masjid pada umumnya. Dari luar, bangunan masjid ini lebih mirip dengan pendopo Jawa.




Bukan hanya itu, perlengkapan yang ada dalam masjid pun masih tradisional. Tempat berwudu masih berupa bak bulat dan kendi. Kita juga masih bisa menemukan tiang masjid yang terbuat dari potongan kayu yang diikat lempeng besi. Saka Tatal, sebutan untuk potongan kayu tersebut, merupakan karya Sunan Kalijaga.

4. Masjid Agung Sunan Ampel


Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel. Sama seperti masjid peninggalan Walisongo lainnya, Masjid Agung Sunan Ampel ini juga sangat mencirikan budaya Jawa. Di dalam masjid ini terdapat lima gapura yang masing-masing melambangkan rukun Islam. Masih dalam kompleks Masjid Agung Sunan Ampel, kamu juga bisa menemukan makam Sunan Ampel dan keluarganya.




Di sekitar masjid terdapat banyak pedagang yang menjajakan dagangan ala Arab. Sehabis berziarah, salat, dan berwisata sejarah, kamu sekalian bisa mengenyangkan perut dengan berbagai kuliner khas Arab di sekitar masjid ini.

5. Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu


Kalau Masjid Agung Demak sudah terbilang tua, maka Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu ini lebih tua lagi. Dalam ukiran kayu bertulisan Arab yang ada pada pintu masuk masjid kamu bisa melihat angka 1534. Angka itu merupakan tahun berdirinya masjid. Bukti lain antiknya masjid ini adalah mustaka atau ujung atap yang bentuknya mirip dengan masjid kuno lain seperti Masjid Agung Demak.




Menurut Raden Suprayitno Prawiro Kusumo, keturunan Sunan Kalijaga ke-14, dulunya masjid ini masih berupa surai kecil. Setelah Sunan Kalijaga wafat, putranya menyempurnakan bangunan masjid hingga jadi seperti sekarang ini.

6. Masjid Malik Ibrahim Pesucinan Leran


Masjid yang merupakan peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim, satu dari sembilan wali (walisongo) ini bernama Masjid Pesucinan. Masjid ini terletak wilayah pesisir utara Gresik, tepatnya di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, atau berjarak sejauh 9 kilometer dari pusat kota Gresik.




Masjid Pesucinan didirikan Syekh Maulana Malik Ibrahim pada tahun 1404 Masehi, saat mengawali penyebaran agama Islam. Karena itu, masjid ini juga menjadi masjid tertua di Pulau Jawa.

7. Masjid Sunan Giri


Kehadiran masjid ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah penyebaran agama Islam di daerah Gresik, terutama yang dilakukan oleh Raden Paku Ainul Yaqin, salah seorang dari Wali Songo yang bergelar Sunan Giri. Masjid Sunan Giri didirikan pada 1544 atas prakarsa Nyi Ageng Kabunan (cucu Sunan Giri), lantaran setelah Sunan Giri meninggal pada 1506 banyak para peziarah berdatangan ke Makam Sunan Giri, dan para pengikutnya pun berpindah tempat dan tinggal di sekitar Bukit Giri, agar lebih dekat ke makam Sang Sunan.




Masjid tersebut sebenarnya adalah bangunan masjid dari komplek pesantren Sunan Giri di Bukit Kedaton yang dibangun tahun 1399 saka, pada saat itu pesantren Sunan Giri di Bukit Kedaton mengalami perkembangan pesat, sehingga kemudian dibangunlah sebuah musolla untuk shalat jamaah serta untuk kegiatan-kegiatan peantren. Tahun 1407 Saka/1481 Miladiyah dipugar dengan memperluas bangunan dan masjid itu dinamakan masjid Jamik.

8. Masjid Sunan Muria


Masjid Sunan Muria merupakan Masjid yang dibangun oleh Sunan Muria di puncak Bukit Muria sekitar 18 KM sebelah utara Kudus, Jawa Tengah. Kini masjid ini berada di komplek makam Sunan Muria. Lokasi masjid ini yang berada di ketinggian bukit Muria, membutuhkan upaya lebih bagi siapa saja yang hendak kesana. Rata rata mereka yang daaing ke masjid ini adalah para peziarah ke Makam kanjeng Sunan Muria yang merupakan salah satu dari Sembilan tokoh Wali Songo yang berada di lokasi yang sama.




Bukit Muria kini tidak sekedar tempat ziarah melainkan juga telah menjadi lokasi wisata karena memang menyuguhkan pemandangan yang cukup indah dari puncak bukit muria. Untuk mencapai lokasi pada ketinggian 600-800 meter ini pengunjung harus menapaki jejeran anak tangga mendaki yang teramat panjang.

9. Masjid Sunan Bonang


Masjid Sunan Bonang adalah masjid yang dipercaya dibangun oleh Sunan Bonang. Sunan Bonang atau Maulana Makdum Ibrahim lahir pada tahun 1465 Masehi, salah satu dari sembilan Walisongo yang menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa khususnya pesisir timur pantai utara. Lebih tepatnya di Desa Bonang Kecamatan Lasem Rembang Jawa Tengah.




Masjid Sunan Bonang berada di desa Bonang yang terletak dalam wilayah Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, masjid ini menjadi salah satu bukti dan peninggalan dari perjalanan dakwah Sunan Bonang di Rembang dan sekitarnya. Lokasi masjid ini saat ini sekitar 50 meter disebelah selatan makam Sunan Bonang.

Post a Comment

Previous Post Next Post
close